Bissmillah...

The Azhar's Journey

Sudahkah anda Ngopi Hari ini ??? Mariki membaca saudara

Minggu, 23 September 2018

Pernyataan Matoa Ujung kepada Manurungngi Raja Bone ke-1

Inilah perjanjian yang dilafaskan oleh wakil kelompok masyarakat yang ada di tana Bone apabila ingin menunjuk seorang raja untuk memimpin Bone

To Manurung (Raja) : “Teddua nawa-nawako, Temmabbaleccokko”
Tidakkah engkau berdua hati!? Tidakkah engkau ingkar!?

Matoa Ujung (wakil ketua masyarakat – Matoa/Ulu Unang) : “Angikko ki raukkaju. Riao’ miri’ ri-akkeng. Matappalireng. Elomu rikkeng. Adammu kua. Mattampa’ko kilao, Millauko kisawe. Mauni anameng, pattarommeng. Rekkua muteawi, Ki-teai toi-sa. Ia kita ampirikkeng temmakare’. Dongirikeng temmatippe. Musalipuri’kkeng Temmacekke.”

Terjemahan :
Anginlah engkau, kami daun kayu. Ke mana engkau menghembus ke sana kami terbawa. Kehendakmu kepada kami, titahmu jadi. Engkau menyeru, kami pergi. Engkau meminta, kami memberi. Engkau memanggil, kami menyahut. Walaupun anak kami dan isteri kami, apabila engkau tak menyukainya, kami pun tak menyukainya. Akan tetapi, tuntunlah kami menuju kemakmuran. Engkau menyelimuti kami agar kami tidak kedinginan.

Terjemahan Umum
Kami ingin dikasihani Tuan, menetaplah di sini di negeri Tuanku, janganlah lagi pergi (lenyap), duduklah di sini memerintah kami Tuanku. Kehendakmulah yang menentukan, perintahmu kami lakukan. (tetapi) Engkau jaga kami dari gangguan burung pipit, (Engkau) selimuti kami agar kami tidak kedinginan, Engkau ikat kami bagai seonggok padi yang tak hampa, walaupun anak kami dan atau isteri kami bila Engkau tidak menyukainya, kami pun juga tidak menginginkannya.

Sumber : www.telukbone.id

Nikmati saja prosesnya, mari kita sama-sama belajar arti sabar, ikhlas dan syukur, sejatinya merdeka secara pribadi ketika kita telah paham dan mengerti tentang Batasan, batasan pada segala hal .

0 komentar:

Posting Komentar

ASHAR
+823-9456-1425
Parepare, Indonesia

SEND ME A MESSAGE