WIKIPEDIA : TENTANG BONE
- 02.57
- by
- Unknown
Kabupaten Bone adalah salah satu Daerah otonom di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Watampone.
Berdasarkan data Kabupaten Bone Dalam Angka Tahun 2015 yang diterbitkan
oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone, jumlah penduduk Kabupaten
Bone Tahun 2015 adalah 738.515 jiwa, terdiri atas 352.081
laki‐laki dan 386.434 perempuan. Dengan luas wilayah Kabupaten Bone
sekitar 4.559 km2 persegi, rata‐rata tingkat kepadatan penduduk
Kabupaten Bone adalah 162 jiwa per km2.
Wilayah
Kabupaten
Bone sebagai salah satu daerah yang berada di pesisir timur Sulawesi
Selatan memiliki posisi strategis dalam perdagangan barang dan jasa di Kawasan Timur Indonesia yang secara administratif terdiri dari 27 kecamatan, 328 desa dan 44 kelurahan. Kabupaten ini terletak 174 km ke arah timur Kota Makassar,
berada pada posisi 4°13'- 5°6' LS dan antara 119°42'-120°30' BT. Luas
wilayah Kabupaten Bone 4.559 km² dengan rincian lahan sebagai berikut
- Persawahan: 88.449 Ha
- Tegalan/Ladang: 120.524 Ha
- Tambak/Empang: 11.148 Ha
- Perkebunan Negara/Swasta: 43.052,97 Ha
- Hutan: 145.073 Ha
- Padang rumput dan lainnya: 10.503,48 Ha
| Utara | Kabupaten Wajo, Soppeng |
| Selatan | Kabupaten Sinjai, Gowa |
| Barat | Kabupaten Maros, Pangkep, Barru |
| Timur | Teluk Bone |
Demografi
Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone, jumlah penduduk Kabupaten
Bone Tahun 2014 adalah 738.515 jiwa, terdiri atas 352.081 laki‐laki dan
386.434 perempuan. Dengan luas wilayah Kabupaten Bone sekitar 4.559 km2
persegi, rata‐rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Bone adalah 162
jiwa per km2..[2]
Kabupaten Bone tergolong kabupaten yang besar dan luas di
Sulawesi Selatan. Rata-rata jumlah penduduk per km2 adalah 162 jiwa.
Terkait dengan perannya sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan
fasilitas publik lain, maka mayoritas penduduk tinggal terpusat di
ibukota kabupaten. Kepadatan penduduknya mencapai 1.111,78 jiwa per
km2.
Keberadaan penduduk dalam jumlah yang besar,seringkali dianggap
sebagai pemicu masalah-masalah kependudukan seperti kemiskinan dan
pengangguran. Namun, dalam tinjauan demografi, penting untuk melihat
struktur umur penduduk. Penduduk usia produktif yang besar dan
berkualitas dapat berperan positif dalam pembangunan ekonomi.
Penduduk Kabupaten Bone didominasi oleh penduduk muda dan usia
produktif. Penduduk usia produktif memiliki jumlah terbesar yaitu 64,50
persen dari keseluruhan populasi dengan rasio ketergantungan sebesar
55,03 persen. Artinya, setiap 100 orang penduduk usia produktif
menanggung sebanyak 55 hingga 56 penduduk yang belum produktif dan
tidak produktif lagi.
Hal lain yang menarik diamati pada piramida penduduk adalah
adanya perubahan arah perkembangan penduduk yang ditandai dengan
penduduk usia 0-4 tahun yang jumlahnyalebih kecil dari kelompok
penduduk usia yang lebih tua yaitu 5-9 tahun. Kondisi tersebut
mengindikasikan terjadinya penurunan tingkat kelahiran penduduk pada
beberapa tahun ini.
Indikasi turunnya tingkat kelahiran, terkait dengan peningkatan
penggunaan alat kontrasepsi. Jumlah akseptor KB aktif di Kabupaten Bone
tahun 2014 tercatat 87.220 orang meningkat dari tahun 2013. Metode
kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntikan (33,40
persen), pil ( 28,76 persen), dan implant (25,61 persen).
Iklim
Wilayah
Kabupaten Bone termasuk daerah beriklim sedang. Kelembaban udara
berkisar antara 95%-99% dengan temperatur berkisar 26 °C – 34 °C.
Selain kedua wilayah yang terkait dengan iklim tersebut, terdapat juga wilayah peralihan, yaitu: Kecamatan Bontocani dan kecamatan Libureng
yang sebagian mengikuti wilayah barat dan sebagian lagi wilayah timur.
Rata-rata curah hujan tahunan di wilayah Bone bervariasi, yaitu:
rata-rata < 1.750 mm; 1750 – 2000 mm; 2000 – 2500 mm dan 2500 –
3000 mm.
Pada wilayah Kabupatan Bone terdapat juga pengunungan dan perbukitan yang dari celah-celahnya terdapat aliran sungai.
Disekitarnya terdapat lembah yang cukup dalam. Kondisinya sebagian ada
yang berair pada musim hujan yang berjumlah sekitar 90 buah. Namun pada
musim kemarau sebagian mengalami kekeringan, kecuali sungai yang cukup
besar, seperti sungai Walenae, Cenrana, Palakka, Jaling, Bulu-bulu, Salomekko, Tobunne dan Lekoballo.
Media Online
Dengan
berkembangnya teknologi media dalam bentuk digital ini, masyarakat bone
dan sekitarnya kini disuguhi dengan penyebaran serta mendapatkan
informasi dalam jangka waktu yang real time atau seketika. Dimanapun,
kapanpun, dengan hadirnya media online.
Media online yang tersedia antara lain:
Media
Media cetak
Saat ini di Bone terdapat beberapa surat kabar lokal, antara lain: harian Tribun Bone dan Radar Bone.
Radio
Beberapa
tahun belakangan jaringan radio nasional juga membuka cabang di
Kabupaten Bone seperti RRI, di samping radio-radio lokal yang sudah lama
melakukan penyiaran di kota ini, seperti Radio Suara Bone Beradat, BIF
FM, dan SDI.
Televisi
Di Kabupaten Bone juga terdapat beberapa TV swasta lokal yang beroperasi, yaitu Matajang TV, dan SMK TV.
Referensi
- ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15.
- ^ http://www.bps.go.id/hasilSP2010/sulsel/7311.pdf

0 komentar:
Posting Komentar